Tipe-Tipe Mekanisme Penggerak Kopling

Pada sistem kopling kendaraan, terdapat dua tipe mekanisme penggerak berdasarkan cara kerjanya yaitu kopling mekanis dan kopling hidrolis.

A. Kopling Mekanis (Mechanical Clutch)

Sistem kopling mekanis terdiri dari beberapa bagian yaitu :


Keterangan
1. Clutch pedal (pedal kopling)
2. Clutch release lever (tuas pembebas kopling)
3. E-ring
4. Clutch release cable (kabel pembebas kopling) 
5. Release fork (garpu pembebas)
6. Clutch cover (rumah kopling)

Pada tipe kopling mekanis, perpindahan tenaga dari pedal kopling ke rumah kopling diteruskan secara langsung oleh kabel kopling.

Kelebihan dari mekanisme penggerak kopling tipe mekanis adalah :
1. Mekanisme tipe mekanis harganya lebih murah
2. Mudah perawatannya
3. Kontruksinya lebih sederhana.

Kekurangan dari mekanisme penggerak kopling tipe mekanis adalah :
1. Kehilangan akibat gesekan relatif lebih besar dibandingkan dengan yang hidraulis
2. Apabila jarang digunakan dan sudah berumur lama sering macet dan juga seret.

B. Kopling Hidrolis (Hydraulic Clutch)


Sistem kopling hidroulis terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1. Clutch pedal (pedal kopling)
2. Master cylinder (silinder master)
3. Flexible house (selang fleksibel)
4. Release cylinder (silinder pembebas) 
5. Release fork (garpu pembebas)
6. Clutch cover (rumah kopling)

Pada sistem kopling hidroulis ini perpindahan tenaga dari pedal kopling ke rumah kopling memanfaatkan tekanan hidroulis. 

Silinder master kopling akan mengubah tekanan mekanik dari pedal kopling menjadi tekanan hidrolis.

Tekanan hidrolis akan di teruskan dari silinder master ke silinder pembebas kopling melalui fluida kopling (yang terdapat pada selang fleksibel kopling).

Kemudian silinder pembebas akan menekan garpu pembebas sehingga garpu pembebas akan menekan bantalan pembebas dan rumah kopling.

Kelebihan dari mekanisme penggerak kopling tipe hidrolis adalah :

1. Kehilangan tenaga akibat gesekan lebih kecil, sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan.
2. Pemindahan tenaga pedal kopling lebih cepat sehingga kerja kopling lebih baik
3. Penempatan pedal kopling dan master silinder mudah ditempatkan sesuai dengan keadaan.

Kekurangan dari mekanisme penggerak kopling tipe hidrolis adalah :
1. Konstruksinya mekanisme penggerak tipe hidrolis lebih rumit
2. Apabila terjadi kebocoran atau terdapat udara pada sistem hidrolis kopling maka kerja dari mekanisme penggerak ini akan terganggu.

Master cylinder


Master silinder kopling (clutch master cylinder ) terdiri dari beberapa bagian yaitu reservoir, piston, cylinder cup (tutup silinder), valve (katup), push rod (batang pendorong), connecting rod (batang penghubung) dan spring (pegas).

Master silinder kopling berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis dari injakan pedal kopling menjadi tekanan hidrolis.

Catatan : Pada beberapa tipe kendaraan niaga juga dilengkapi dengan booster kopling

Silinder pembebas kopling


Silinder pembebas kopling berfungsi untuk meneruskan tekanan hidrolis dari master silinder ke release fork.

0 Response to "Tipe-Tipe Mekanisme Penggerak Kopling"

Post a Comment