Hubungan Celah Platina dan Sudut Dwell pada Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian kendaraan terdiri dari beberapa tipe, diantaranya adalah tipe pengapian konvensional dan tipe pengapian elektronik.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit tentang “Hubungan antara celah platina dan sudut dwell pada sistem pengapian konvensional”.

“Apa itu sudut dwell ?” 

Sudut dwell adalah sudut yang dibentuk ketika platina mulai menutup hingga mulai membuka kembali atau juga ada yang mengartikan bahwa sudut dwell adalah lamanya arus primer ignition coil mengalir.

Kenapa demikian?, karena ketika platina menutup maka arus primer dari ignition coil dapat mengalir ke massa.

Maka, lamanya platina mulai menutup hingga mulai membuka juga akan mempengaruhi lamanya arus primer dari ignition coil mengalir.

“Apa itu celah platina?”

Celah platina terbentuk ketika ebonit platina menyentuh poros nok distributor, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini :

Kemudian “Apa hubungan antara celah platina dan sudut dwell?”

Besar kecilnya celah platina akan akan mempengaruhi besar kecilnya sudut dwell.

“Kenapa bisa demikian?”

Semakin besar celah platina maka waktu platina menutup akan semakin sedikit, dan sebaliknya semakin kecil celah platina maka waktu platina menutup akan semakin lama.

Artinya, celah platina besar maka sudut dwell kecil dan sebaliknya celah platina kecil maka sudut dwell besar.

“Apa pengaruhnya pada pengapian ?”

Sistem pengapian konvensional memanfaatkan platina sebagai media pemutus dan penghubung arus primer dari ignition coil ke massa.

Arus primer berguna sebagai pembangkit kemagnetan pada ignition coil sehingga dapat membangkitkan induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder coil.

Akibat “celah platina terlalu besar, sudut dwell kecil”

Apabila arus primer yang mengalir terlalu cepat maka induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder menjadi tidak optimal sehingga menyebabkan pengapian pada busi menjadi kecil.

Pengapian yang kecil, akan menyebabkan pembakaran campuran bahan bakar dan udara saat langkah pembakaran (combustion) atau langkah usaha di dalam ruang bakar menjadi tidak optimal.

Sehingga tenaga yang dihasilkan saat proses pembakaran pun menjadi kecil dan gas hasil pembakaran akan menghasilkan HC (Hidro Carbon) yang lebih banyak.

Akibat “celah platina terlalu kecil, sudut dwell besar”

Ketika arus primer yang mengalir dari igniton coil terlalu lama maka induksi tegangan tinggi yang dihasilkan di kumparan sekunder coil juga semakin besar sehingga pengapian pada busi sudah meningkat lebih besar.

Namun, ketika arus primer yang mengalir terlalu lama akan mengakibatkan permukaaan platina yang mudah panas. 

Akibatnya bagian permukaan platina akan lebih cepat aus dan juga ignition coil juga akan menjadi lebih panas.

0 Response to "Hubungan Celah Platina dan Sudut Dwell pada Sistem Pengapian Konvensional"

Post a comment