Cara Kerja Vacuum Advancer

Saat kendaraan pada kondisi beban rendah dan menengah, maka kecepatan campuran antara bahan bakar dan udara juga rendah dikarenakan engine bekerja pada putaran rendah dan campuran bahan bakar dan udara masih kurus serta temperatur kerja dari engine masih rendah, oleh sebab itu waktu yang diperlukan untuk pembakaran menjadi lebih lama. Untuk mendapatkan tekanan maksimum pembakaran tetap bisa dekat sesudah TMA maka saat pengapian perlu dimajukkan. Pengajuan ini dilakukan oleh sistem vacuum advancer.
Keterangan
  1. Plat dudukan platina
  2. Pull rod atau batang penarik
  3. Membran atau diafragma
  4. Spring atau pegas
  5. Langkah maksimum
  6. Sambungan selang vacum
Cara Kerja dari sistem vacuum advancer
1. Saat vacuum advans tidak bekerja (pada saat idle dan beban penuh)
Pada saat katup throttle gas terbuka penuh maka kevakuman dibawah katup throttle gas menjadi rendah dan juga pada saat posisi idle saluran vacum advans tertutup sehingga membran atau diafragma tidak akan tertarik. Karena membran atau diafragma tidak tertarik maka plat dudukan platina tidak bergerak atau masih dalam posisi semula sehingga pengapian tidak akan dimajukkan oleh vacuum advancer

2. Saat vacuum advans bekerja (pada saat beban rendah dan menengah)
Pada saat katup throttle gas terbuka sedikit maka kevakuman dibawah katup throttle menjadi tinggi dan juga saluran vacuum advans sudah terbuka sehingga membran atau diafragma tertarik. Karena membran atau diafragma tertarik maka plat dudukan platina berputar maju berlawanan arah dengan putaran cam governor sehingga akibatnya saat pengapian akan maju

Kondisi vacuum pada saluran vacuum advancer
Saat Idle
Kevacuman terbesar terjadi dibawah katup throttle gas. Kevacuman ini belum mencapai saluran vacuum advans, sehingga membran atau diafragma tidak akan tertarik oleh kevacuman, oleh karena itu vacuum advancer tidak bekerja.

Saat beban rendah dan menengah
Kevacuman telah mencapai daerah saluran vacuum advans sehingga membran atau diafragma akan tertarik oleh kevakuman ini, oleh karena itu vacuum advancer akan bekerja.

Saat beban penuh
Saat katup throttle gas dibuka penuh maka kevakuman akan menjadi kecil sehingga kevacuman ini tidak akan mampu menarik membran dan diafragma, karena itu vacuum advancer tidak bekerja.

9 Responses to "Cara Kerja Vacuum Advancer"

  1. Tambah ilmu lg nih ..

    ReplyDelete
  2. Gitu ya cara kerja vakum advancer... baru tau... bisa buka bengkel sendiri nich...

    ReplyDelete
  3. Gitu ya cara kerja vakum advancer... baru tau... bisa buka bengkel sendiri nich...

    ReplyDelete
  4. gimana cara membersihkan lubang vacum advancer pada karburator yg tersumbat

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau membersihkan bagian saluran lubang-lubang yang tersumbat sebaiknya gunakan udara bertekanan.

      Delete
  5. Vakuum advancer seharusnya memundurkan pengapian ? Postingan minmin kok vakuum advancer memajukan pengapian? Gimana sih yang jelas min..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Advancer itu artinya memajukan, salah kaprah kalo dibilang memundurkan. Ketika vacum advancer bekerja yaitu ketika kendaraan berjalan pada tempat menanjak atau beban penuh maka pengapian akan dimajukan untuk menghasilkan proses pembakaran yang maksimal namun ketika vacum advancer tdk bkerja maka saat pengapian dikembalikan seperti semula.

      Delete
    2. Maaf min klo salah, secara teori semakin advance maka kemungkinan knocking semakin besar, seperti kita tau knocking bisa berakibat fatal pada mesin, jika saja mesin dalam keaddaan penuh muatan, beban kerja mesin semakin berat apalagi di tambah dengan keadaan kondisi jalan yang menanjak, mau tidak mau kita menginjak gas lebih dalam, jika kita memaksakan jelas mesin akan knocking akhirnya kita akan menggunakan gigi rendah, jika saja cara kerja vacum advancer itu ketika kita menekan gas lebih dalam lalu dalam keadaan beban mesin bekerja dengan beban yang berat lalu vacum memajukan timeing jelas itu berakibat knocking yang teramat sangat, jadi menurut saya kerja dari vacum itu justru memundurkan pengapian jika saat thortle gas di buka penuh namun kerja mesin berat dan rpm nya rendah, dan berbeda dengan keadaan mesin putatan tinggi dan gas terbuka sparuhbatau full jelas membutuhkan timeing pengapian yang advance yang mmaju untuk mengejar ritme naik turunya piston untuk menyempurnakan ledakan dang tepat di rpm yang tinggi sehingga tenaga mesin tida lose atau hilang di rpm tinggi, dan yang saya tau juga pengapian dengan jenis elektronik kurva pengapian akan semakin maju timeingnya mengikuti cepatnya putaran mesin jika tidak salah kurva pengapian tertinggi rata2 ada di 36 derajat BTDC dengan readline antara 9000-12000 rpm dan akan menurun lagi, namun untuk pengapian dengan jenis konvensional saya kurang faham tapi yang jelas cara kerja nya tida jauh berbeda naumun dengan tingkat ke akuratan timeing yang mungkin lebih rendah, mohon di koreksi jika salah

      Delete
    3. dikendaraan ada tiga macam sistem pengajuan pengapian, yaitu untuk pengajuan saat kecepatan tinggi, pengajuan saat terjadi pembebanan dan pengajuan berdasarkan penggunaan bahan bakar berdasarkan nilai oktannya. Untuk kondisi pembebanan misal saat naik maka konsumsi bahan bakar yg dibutuhkan berbeda dengan kendaraan tanpa pembebanan ketika dalam rpm yg sama. Proses pembakaran membutuhkan waktu yg disebut dengan perambatan api utk dpt membakar seluruh campuran bahan bakar yg masuk ke ruang bakar, ketika kondisi pembebanan maka jumlah bahan bakar yg masuk akan lebih banyak shg membutuhkan waktu yg lama utk perambatan apinya dibanding kondisi normal. Maka utk menghindari tenaga yg lose pengapian harus dimajukan bukan dimundurkan. Ketika tidak dimajukan maka pembakaran puncaknya akan terjadi jauh ketika piston sudah melewati TMA. Oleh sebab itu ketika melakukan pengecekkan timing pengapian kenapa selang yang menuju ke vacum advans harus dilepas dan di tutup, krn untuk menghindari salah baca krn pengapian dimajukan. Semoga dapat membantu

      Delete